Pidato Perpisahan Mourinho untuk Perez

9

Semejak menduduki jabatan presiden Real Madrid, Florentino Perez dalam kurun waktu tersebut dia telah memberhentikan delapan pelatih dan beberapa dari mereka sebenarnya Los Merengues dibuatnya menjadi sukses.

Jose Mourinho adalah pelatih yang terakhir bekerja untuk Perez. Setelah tiga musim bekerja di Santiago Bernabeu dan memberi tiga titel juara, Mourinho dan El Real mencapai kesepakatan bersama untuk menyudahi kerjasama antara mereka.

Terkait putusnya deal dengan Mourinho, Perez mengatakan, Mourinho adalah salah satu pelatih dengan masa bakti terlama di Real Madrid. Bisa mengisi posisi itu untuk tiga tahun tidaklah mudah untuk siapapun. Kini dia memulai era baru. Real Madrid adalah klub terbaik di abad ke-21, dengan kata lain, yang terbaik dalam sejarah. Musim ini mereka gagal memenuhi ekspektasi tersebut. Saat ini, dibutuh 100 poin untuk menjuarai liga.

Mourinho adalah orang ke delapan yang dapat ‘pidato perpisahan’ dari Perez. Dua kali menduduki jabatan presiden klub (1999-2006 dan 2009-sekarang), Perez kerap bergonta-ganti pelatih. Berikut beberapa pelatih yang dikontrak Madrid saat berada di bawah kepemimpinannya dan kemudian mendapat ‘ucapan perpisahan’.

Vicente Del Bosque (1999-2003):

Del Bosque telah sampai pada akhir periode. Ada tanda-tanda kelelahan dan dia tidak berpikir kalau mereka adalah pelatih yang cocok untuk masa depan Madrid. Timnya meraih hasil yang bagus, tapi mungkin gayanya terlalu tradisional. Timnya mencari sesuatu yang lebih teknikal, sesuatu yang lebih maju.

Empat musim di Madrid, Del Bosque mempersembahkan dua trofi La Liga, dua piala Liga Champions, serta masing-masing satu Piala Super Eropa Supercopa Spanyol serta Piala Interkontinental. Kontraknya tidak diperpanjang, dengan pengumuman dibuat hanya sehari setelah Madrid memastikan jadi juara La Liga.

Jose Antonio Camacho (2004)

Dia memang tidak berpikir kalau Camacho adalah seorang penakut. Saya hanya mengira kalau dia berpikir untuk membuat tim lebih baik, tapi, sayangnya dia tak melihat ada kemajuan. Dia sudah menjalani jalannya dan saat kondisinya tidak sejalan dengan yang diinginkan orang menjadi frustrasi. Sebagai individu, dia adalah pekerja keras dan punya hasrat.

Camacho memutuskan mundur pada September 2004, setelah Madrid kalah 0-3 dari Bayer Leverkusen di Liga Champions dan tunduk 0-1 di tangan Espanyol, empat hari kemudian.

Mariano Garcia Remon (2004)

“Ada yang menghalangi, yang mungkin muncul dari tekanan yang datang dan kami harus bisa melaluinya. Sepakbola yang spektakuler akan datang kembali ke sini.”

Mariano Garcia Remon adalah caretaker yang mengisi kekosongan posisi pelatih Madrid menyusul mundurnya Camacho. Garcia juga tak bertahan lama di posisinya karena pada Desember 2004 dia dipecat dan digantikan pelatih asal Brasil, Vanderlei Luxemburgo.

Vanderlei Luxemburgo (2004-2005):

“Manajer kami telah melakukan pekerjaannya dengan hebat. Kami sungguh menghargai pekerjaan itu tapi fans ingin hasil. Posisi kedua tak cukup bagus untuk Real Madrid dan satu-satunya opsi adalah memenangi gelar juara.”

Luxemburgo meraih tujuh kemenangan beruntun di awal periode kepemimpinannya di Real Madrid, namun tetap tak mampu mengantar El Real jadi juara karena kalah empat poin dari Barcelona di akhir musim. Luxemburgo kemudian dipecat pada Desember 2005 menyusul serangkaian hasil buruk yang didapat.

Manuel Pellegrini (2009/2010)

“Waktunya sudah tiba buat kami untuk membaya proyek ini melangkah ke depan. Madrid menginginkan stabilitas, tapi stabilitas datang dengan keberhasilan memenangi gelar dan menjadi pemimpin dunia, bukan dengan mempertahankan manajer yang sama.”

Selain nama-nama di atas, beberapa pelatih lain yang sempat juga dipekerjakan Perez dan kemudian diberhentikan adalah Carlos Queiroz (2003-2004), Vanderlei Luxemburgo (2004-2005) dan Juan Ramon Lopez Caro (2005-2006).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daftar Bank & Jadwal Offline

BCA
Senin - Jumat : 21.00 - 00.30
Sabtu : 18.00 - 20.00
Minggu : 00.00 - 06.00
BNI
On line 24 Jam
Mandiri
Senin - Jumat : 21.00 - 00.30
Sabtu : 18.00 - 20.00
Minggu : 00.00 - 06.00
Mandiri
Senin - Jumat : 21.00 - 00.30
Sabtu : 18.00 - 20.00
Minggu : 00.00 - 06.00